Siswa Tunanetra MAN 2 Kota Batu Raih Beasiswa Ilmu Hadist UIN Malang
Ahmad Syihab Athaillah membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Siswa tahfidz penyandang tunanetra asal MAN 2 Kota Batu ini berhasil lolos seleksi beasiswa kuliah di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Perjuangan di Bangku Madrasah
Selama menempuh pendidikan di MAN 2 Kota Batu, Syihab dikenal sebagai siswa tahfidz yang tekun dan berprestasi. Dengan bantuan dan dukungan dari guru serta teman, ia aktif mengikuti pelajaran, kegiatan madrasah, serta setoran hafalan Al-Qur'an. Keterbatasan penglihatan tidak menyurutkan semangatnya untuk bersaing secara akademik dan menjaga hafalannya.
Jalan Menuju UIN Malang
Ketekunan Syihab membawanya lolos program beasiswa "Siswa Teladan" bagi penyandang disabilitas di UIN Maliki Malang. Ia memilih jurusan Ilmu Hadits dan akan memulai perkuliahan tahun ini. Beasiswa tersebut mencakup biaya kuliah penuh serta dukungan fasilitas aksesibilitas kampus.
Kepala MAN 2 Kota Batu, Tri Sulistyowati, M.Pd, "menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Syihab dan berpesan agar ia tetap semangat dalam mewujudkan cita-citanya."
Motivasi untuk Semua
Syihab berharap kisahnya bisa memotivasi teman difabel lain agar berani bermimpi besar. "Kalau kita mau berusaha dan tidak menyerah, pasti ada jalan," ujarnya.
Kisah Syihab menjadi bukti nyata bahwa madrasah inklusif dan ramah disabilitas mampu melahirkan generasi Islami yang berdaya. Ia kini bersiap menjadi mahasiswa sekaligus calon pengkaji hadits dari kalangan difabel penghafal Al-Qur'an